Tuesday, October 31, 2017

Stroke Pulih dengan Air Rebusan Ciplukan

Semoga Bermanfaat! Stroke Pulih dengan Air Rebusan Ciplukan, JIKA di rasa berguna , HALAL untuk di share..!!


Sebuah pengalaman pulih dari stroke dibagian seorang pemilik akun Facebook, Dewi Saraswati Sastrosaksono.

Dia menceritakan bagaimana temannya pulih dari stroke yang melumpuhkan tangan kanannya usai mengkonsumsi secara rutin air rebusan dari bagian pohon Ciplukan.

Berikut petikan pengalaman yang di share secara luas melalui media sosial Facebook:

INI KISAH PENGALAMAN NYATA DARI TEMANNYA TEMAN SAYA.

Aku terkena penyakit stroke pada lengan kananku ....
Tanganku tak berdaya ,Tidak bisa diangkat , Apalagi mengangkat beban....

Aku sedih dan menangis kala itu, Pakai baju tak bisa, Apalagi memakai celana 

Mandi tak mampu memegang sabun, Hanya air shower yang mampu membasahi tubuhku...
Allah masih sayang pada saya, Seorang tukang jahit memberikan pohon " CIPLUKAN " pada saya ...
Aku cuci seutuhnya hingga bersih : Akar , batang , daun buah pokok semuanya

Aku merebusnya dengan 4 gelar air, Setelah dingin aku minum pagi 1 gelas , siang juga malam hari .....

Alhamdulillah , setelah aku minum 2 hari Allah memberikan kesembuhan pada saya .....

Aku sehat kembali, Kini Jari manisku sedang mengetik membagi berita, Membagi bahagia ......
Untuk semua teman FB dimana berada....
Selamat mencoba !

Semoga bisa bermanfaat bagi anda ataupun keluarga anda yang mungkin mengalami sakit yang sama. (Facebook/Dewi Saraswati Sastrosaksono)





Central Springbed
Diskon 33%

click utk lihat katalog





Wednesday, October 25, 2017

MAU Penghasilan Tambahan ?

Kuliyah, ibu rumah tangga, atau sudah kerja, 
MAU Penghasilan Tambahan ?

Gabung di team marketing
Perumahan Bale Nirvana - Ngaliyan Semarang
1. Bisa sambil kerja dimana dan apa saja
2. Bonus minimal 1%, progressive (Bonus 1% = 2x UMR, utk rumah termurah)
3. Tugas mencari dan mengarahkan calon konsumen
4. Closing dg siapapun bonus tetap mejadi hak anda
5. Ada fasiltas mobil plus sopir untuk melayani calon konsumen
6. Syarat punya no. WhatsApp untuk koordinasi

"BELUM PENGALAMAN" akan di support team
Perumahan Bale Nirvana - Ngaliyan Semarang
Hunian bernuansa BALI di BUKIT dengan view LAUT

fasilitas Club House plus Kolam Renang, Jogging Track, Taman-Taman Bali dan keamanan 24 jam.

Harga mulai 400 Jtan
DP Super Ringan 10% dicicil 6x
DISKON 5% + VOUCHER 5Jt ACE HARDWARE
Harga sudah termasuk SHM, PPN, BPHTB, AJB, IMB dan Utilitas

Tidak di ACC Bank Uang Kembali Semua 100% Tanpa Potongan Sama Sekali.
Daftar/info hub.Arnis Falah
Whatsapp 081257417403

info produk selengkapnya ...

Lokasi ...

contoh brosur ...






Sunday, October 22, 2017

Alasan Memilih Pangan Organik

JAKARTA, KOMPAS.com — Memilih pangan organik seharusnya bukan karena latah ikutan tren. Makanan organik merupakan pilihan yang tepat, bukan hanya untuk kesehatan, melainkan juga kelangsungan hidup planet Bumi. Jenis pertanian ini mengandalkan segala hal yang ada dalam kehidupan, mulai dari manusia, ternak, tumbuh-tumbuhan, mikro-organisme, air, hingga udara. Di situ ada saling ketergantungan, keterkaitan, serta saling membutuhkan.
Ada beberapa alasan utama mengapa kita perlu memilih pangan organik.

1. Bebas bahan kimia
Mengonsumsi bahan pangan organik adalah satu-satunya cara untuk menghindari paparan bahan kimia beracun yang biasanya dipakai dalam pertanian konvensional. Menurut The Nation Academy of Science, hampir 90 persen bahan kimia yang dipakai dalam makanan belum pernah diuji dampaknya bagi kesehatan jangka panjang.

2. Lebih banyak nutrisi 
Tanaman yang tumbuh dengan cara organik diketahui memiliki kualitas lebih tinggi dibanding produk dari pertanian konvensional karena kaya nutrisi, vitamin, mineral, enzim, dan mikronutrien.

3. Rasanya lebih enak
Kandungan gizi yang tinggi membuat sayur atau buah organik terasa lebih enak.

4. Bebas obat, hormon, dan antibiotik
Bukan rahasia lagi daging atau produk unggas banyak yang terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, 90 persen pestisida ditemukan dalam jaringan lemak produk daging, telur, ikan, dan unggas.  Antibiotik, obat, dan hormon pertumbuhan juga sering dipakai dalam makanan ternak.

5. Ikut menjaga lingkungan
Membeli produk pertanian organik berarti kita ikut menjaga keseimbangan lingkungan. Pemeliharaan tanah dan penggunaan pupuk kandang membuat lahan pertanian tetap sehat.



6. Mengurangi polusi
Bahan pestisida dan pupuk kimia mengontaminasi lingkungan kita, meracuni sumber air, dan menghancurkan kesuburan tanah.





Central Springbed
Diskon 33%
click utk lihat katalog





Empat Alasan Memilih Makanan Organik

REPUBLIKA.CO.ID, Makan makanan yang terpapar bahan kimia dalam jangka panjang membahayakan kesehatan. Menurut Asosiasi Perdagangan Organik Dunia, penjualan produk-produk makanan organik pada 2014 memecahkan rekor. Angkanya naik 11 persen menjadi 39 miliar dolar AS atau sekitar Rp 515 triliun.

Ini menunjukkan semakin banyak konsumen dunia menyadari bahwa makanan non-organik umumnya terkontaminasi pestisida berbahaya. Setidaknya ada empat alasan kuat mengapa Anda dan keluarga harus memulai hidup organik, dilansir dari Rodale News, Jumat (29/5).

Pertama, makan makanan organik adalah bentuk cinta kasih Anda kepada keluarga dan petani. Menyajikan makanan bebas pestisida bearti Anda menyayangi anggota keluarga Anda. Anda juga menghargai usaha petani yang menanamnya. Ini juga bearti Anda mencintai Bumi.



Kedua, Anda akan lebih sehat. Pilih mana, membayar mahal diawal ketika membeli makanan organik atau membayar mahal diakhir ketika Anda sudah terlanjut sakit? Bahan kimia pestisda menyebabkan diabetes, obesitas, kanker, alergi, asma, infertilitas, keguguran, cacat lahir, ADHD, bahkan autisme. 

Ketiga, membeli produk organik bearti Anda membantu mencegah perubahan iklim. Tanaman organik membuat tanah tetap mengandung lebih banyak karbon sehingga menopang habitat semua makhluk hidup di planet ini. Metode pertanian organik menggunakan sumber bahan bakar fosil lebih sedikit, tanpa perlu menjalankan traktor atau peralatan pertanian lainnya.

Keempat, hidup organik mengajarkan Anda pola hidup sederhana. Anda mulai belajar memasak makanan dengan resep-resep sederhana tanpa embel-embel penyedap rasa, serta bahan masak segudang. Anda bisa belajar membeli sendiri sayuran dan buah langsung ke petani. Anda bisa mulai berkebun sayur sendiri, meski hanya dalam pot. Hal terpenting, hidup organik mengajarkan Anda bagaimana makan dalam jumlah yang pas.






Friday, October 20, 2017

Pengembangan teknologi dalam pertanian organik

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, pertanian organik mulai banyak dibicarakan. Bahkan ada sebagian artis saat ini mulai menggeluti pertanian organik sebagai hobby dan menjadikannya sebagai trend. Mereka menyakini, dengan pertanian organik umur menjadi lebih panjang dan sehat. Hal ini cukup berasalan, karena penelitian terbaru mempublikasikan bahwa petani memiliki angka rata-rata hidup tertinggi dibandingkan profesi lainnya. Lebih lanjut dikatakan, bahwa orang yang sehari-harinya bersentuhan dengan perawatan anak, pertanian, peternakan meliki usia hidup lebih lama dibandingkan pekerjaan lain. Oleh karena itu pula, angka rata-rata hidup perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.


Akan tetapi ada kecenderungan bahwa informasi tentang pertanian organik sangat terbatas khususnya hanya pada kalangan ilmuwan, aktivis ornop, kampus dan artis. Bagi petani sendiri, pertanian organik masih merupakan sesuatu yang langka. Ironisnya, bahwa pengusaha-pengusaha di sektor agribisnis mulai melirik pertanian organik menjadi usaha yang menguntungkan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki menjadi modal untuk segera mempraktekkan pertanian organik. Tidak kalah gencarnya banyak perusahaan-perusahaan besar mulai menangkap kecenderungan ini dengan memuat label-label “organik” pada kemasan bahan-bahan kimia yang diproduksi. Kalau situasi tetap eksis, maka petani tidak akan lepas dari belenggu penindasan dan penghisapan yang sistematik.
Melihat demikian kaburnya terminologi atau istilah pertanian organik, maka di buat semacam standard defenisi pertanian organik khususnya dalam aspek teknologi. Teknologi pertanian organik ialah teknologi atau teknik yang lahir dari pengalaman petani dalam usaha pertanian dimana petani secara mandiri mengolah atau menciptakan semua asupan-asupan yang dibutuhkan untuk usaha pertanian. Kesemua asupan-asupan itu antara lain pupuk, bibit, pestisida dan fungisida. Dengan demikian kalau saat ini banyak perusahaan-perusahaan besar memproduksi pupuk maupun pestisida dengan label organik sebaiknya petani tidak mempercayai begitu saja. Sepanjang motif ekonomi (mencari untung) yang dominan dari suatu produk maka selama itu pula kita harus meragukannya. Oleh karena itu petani harus percaya diri dengan kemampuan alam dan kemampuan sumber daya manusia yang dimilikinya. Tidak ada yang lebih jujur dan setia daripada alam itu sendiri.


Oleh karena teknologi pertanian organik berasal dari pengalaman-pengalaman petani, maka riset dan publikasi di bidang pertanian organik sangat kecil apalagi di negara berkembang seperti Indonesia. Akan tetapi di negara-negara maju seperti Jerman, Inggeris, Prancis, Swedia, Jepang, dan lain-lain lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta pada bidang riset dan publikasi pertanian organik mulai tumbuh. Dalam kasus Jepang misalnya, sudah ada lembaga yang khusus meneliti kadar residu kimia yang dikandung setiap jenis sayur-sayuran khususnya sayur import. Publikasi asal dan jenis sayur yang melampaui batas yang ditetapkan akan segera dipublikasi secara luas ke masyarakat. Dengan demikian, kesadaran masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi makanan dengan residu kimia sudah tinggi. Filsafat memelihara tubuh jauh lebih baik daripada memperbaiki atau mengobati sudah menjadi nilai hidup.

Pertanian organik dan kedaulatan pangan

Bertani secara organik bukan karena trend atau kebutuhan pasar saja. Dan bukan karena mempunyai nilai ekonomi tinggi saja. Sebenarnya ada yang lebih mendasar ketika kita bertani secara organik, yaitu dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan (Food Sovereignty) serta mencukupi kualitas pangan yang sehat tanpa terkontaminasi bahan kimia yang merugikan kesehatan manusia.
Kedaulatan pangan secara sederhana bisa kita artikan, mampu mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri. Kebutuhan pangan dicukupi mulai dari proses produksi sampai konsumsi secara mandiri. Salah satu prasyarat untuk mewujudkan Kedaulatan pangan adalah dengan jalan pertanian organik.

Kedaulatan Pangan
Kedaulatan pangan adalah suatu hak setiap bangsa dan setiap rakyat (baca; petani) untuk memiliki kemampuan guna memproduksi kebutuhan pokok pangan secara mandiri.
Kedaulatan pangan adalah merupakan prasyarat dari sebuah keamanan pangan (Food Security), maksudnya adalah suatu hal yang mustahil apabila keamanan pangan tercipta kalau kedaulatan pangan tidak dimiliki oleh rakyat. Oleh karena itu merupakan suatu keharusan bagi setiap bangsa dan rakyatnya untuk dapat mempunyai hak dalam menentukan makanan yang dipilihnya dan kebijakan pertanian (organik) yang dijalankannya, kapasitas produksi makanan lokal di tingkat lokal dan perdagangan di tingkat wilayah.
Dalam upaya menciptakan kedaulatan pangan menuju kepada keamanan pangan yang sejati, maka pemerintah haruslah melaksanakan kebijakan-kebijakan yang mempromosikan keberlanjutan, berlandaskan pada produksi pertanian keluarga, menggantikan peran industri yang berorientasi pertanian ekspor.
Dengan demikian, kedaulatan pangan berarti menyangkut hal-hal sebagai berikut:
A. Kebijakan pasar
Melindungi pasar dalam negeri dari serangan harga impor murah.
Mengatur produksi untuk kebutuhan pasar dalam negeri untuk mengatasi surplus
Menghentikan subsidi bagi usaha pertanian yang tidak berkelanjutan (organik) dan ketidakadilan bagi penyewa dan buruh tani, dan mendukung usaha-usaha dilaksanakannya pembaruan agraria, dan pertanian berkelnjutan
Menghentikan dukungan-dukungan pada usaha pertanian yang secara langsung atau tidak langsung untuk keperluan eksport
B. Jaminan Pangan, Kualitas dan Lingkungan Hidup
Mengontrol penyebaran hama dan penyakit untuk menjamin pangan
Menjalin kualitas pangan yang diinginkan oleh rakyat
Menciptakan mekanisme di tingkat nasional untuk menjamin kualitas lingkungan hidup, sosial dan kesehatan
C. Akses terhadap Sumber-Sumber Agraria
Meningkatkan keadilan terhadap akses sumber-sumber agraria, tanah, air dan alat-alat produksi lainnya
Melindungi petani terhadap keanekaragaman dan kekayaan hayati yang mereka miliki dan kebebasan petani untuk melakukan tradisi saling tukar-menukar benih
Melarang pematenan makhluk hidup dan pematenan kekayaan intelektual
Merevitalisasi terhadap hukum-hukum adat masyarakat setempat untuk melindungi sumber-sumber agraria dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
D. Produksi dan Konsumsi
Membangun ekonomi pangan lokal berdasarkan pada proses produksi dan pemasaran pangan ditingkat lokal
E. Keterbukaan pada Informasi dan Anti Trust Laws
Adanya informasi yang jelas dan terbuka tentang label atau sertifikasi, isi dan proses pembuatan pangan yang diperdagangkan. Adanya keterbukaan, akuntability bagi yang memproduksi makanan dan memperhatikan hak asasi manusia. Menciptakan adanya undang-undang atau peraturan anti monopoli dalam produksi pangan yang berjalan.
Persoalan pangan bagi bangsa Indonesia, dan juga bangsa lainnya di dunia ini adalah merupakan persoalan yang sangat mendasar, dan sangat menentukan nasib dari suatu bangsa, karena ketergantungan pangan dapat berarti terjadinya terbelenggunya kemerdekaan bangsa dan rakyat terhadap suatu kelompok, baik negara lain maupun keuatan-kekuatan ekonomi lainnya. Bagi bangsa Indonesia, ketergantungan pangan akan menyebabkan persoalan-persoalan mendasar sebagai berikut:
Bagi Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang relatif besar merupakan suatu persoalan yang sangat berbahaya menggantungkan produksi pangannya terhadap produksi pangan negara lain.
Bagi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber-sumber agraria dan sebagai negara agraris merupakan suatu hal yang menunjukkan rendahnya peradaban (tak bermartabat) denga tetap mengimpor kebutuhan pokok pangannya dari luar negeri
Indonesia akan menjadi sasaran empuk dari negara-negara yang memproduksi pangan, alat-alat produksi pertanian dan produk rekayasa genetika.
Indonesia akan menjadi serbuan pasar impor dari praktek dan prinsip perdagangan bebas-WTO kalau Indonesia tidak melindungi pasar pangan dalam negeri
Persoalan tersebut harus dipecahkan, melalui kedaulatan pangan adalah jawabannya. Kedaulatan pangan ini harus di dukung dengan pembaruan agraria sejati. Tanah-tanah yang selama ini dikuasai dengan skala besar oleh perusahaan dan pemerintah harus segera didistribusikan kepada petani. Tanaman industri (perkebunan) untuk kebutuhan pasar ekspor harus dirubah orientasinya menjadi tanaman pangan untuk kebutuhan pangan dalam negeri. Dan yang tidak kalah pentingnya untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia maka WTO harus keluar dari pertanian.
Tidak akan pernah terjadi kedaulatan pangan kalau tidak dilaksanakan pembaruan agraria. Dan tidak akan pernah ada pertanian organik dan pertanian berkelanjutan kalau petani tidak punya sumber-sumber agraria.


Mengapa harus pertanian organik?

Sistem pertanian intensif yang dewasa ini diterapkan oleh hampir seluruh petani di Indonesia harus diakui berhasil untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia. Namun di samping keberhasilan itu, harus kita akui pula bahwa sistem ini juga membawa berbagai dampak negatif.


Ketergantungan petani terhadap ketersediaan bibit, berbagai macam pupuk kimia dan obat-obatan (pestisida, insektisida dan herbisida) adalah bebrapa contoh dampak negatif tersebut. Hilangnya varietas lokal berbagai macam tanaman, tercemarnya lingkungan akibat penggunaan obat-obatan dan pupuk, rusaknya struktur tanah adalah sebagian dari sekian banyak akibat lanjutan dari ketergantungan di atas.


Sementara itu, tingginya produksi juga tidak menjamin tingginya pendapatan petani. Karena harga jual dari hasil produksi itu sendiri sangat rendah. Kalau kita hitung, setelah dikurangi dengan modal kerja (pembelian benih, pupuk, obat-obatan dan tenaga) maka petani tidak mendapatkan keuntungan.
Pertaniian organik adalah salah satu bentuk solusi guna menghadapi permasalahan yang di hadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian kita sekarang ini. Dapat kita saksikan, mulai dari pupuk dan obat-obatan semua telah dibuat dari bahan-bahan yang disentesis dari senyawa-senyawa murni (an organik) di laboratorium.
Penggunaan bahan-bahan tersebut memang tidak berdampak jelek secara langsung baik berdampak pada manusia, tanaman ataupun tanah. Justru kelihatannya bagus. Tanah jadi gembur, buah besar dan daun berwarna hijau. Tapi itu hanya bohong dan sementara Pada jangka waktu terntentu tanah dan tanaman tersebut terjadi sebaliknya. Karena akumulasi bahan-bahan tersebut menjadi jenuh di tanah, dan terbukti sekarang menjadi masalah yang sangat serius. Rantai makanan yang tadinya selalu berputar karena proses degradasi yang baik, tiba-tiba menjadi berhenti karena ketidakmampuan alam (bakteri) untuk meluruhkan bahan-bahan sintetis tersebut. Dan kita sudah mulai melihat kecenderungan tanah menjadi asam dan pengerasan tanah, yang disebabkan oleh penggunaan pupuk urea. Resitensinya hampir semua jenis hama terhadap insektisida dan menuntut penggunaan bahan yang berintensitas lebih tinggi untuk dapat membunuhnya.
Dewasa ini banyak sekali kegiatan yang menawarkan pertanian organik. Sistem pertanian organik ini sekarang sudah banyak dikembangkan oleh petani dan perusahaan-perusahaan besar. Tapi yang perlu kita tegaskan disini adalah pertanian organik yang tidak menciptakan petani tergantung. Karena sekarang juga sudah banyak kita temukan produk-prodak yang organik untuk pertanian. Mulai dari pupuk dan obat-obatan berlabelkan organik dengan mudah kita temui di pasar. Kalau situasi semacam ini terus-menerus ada maka yang akan terjadi adalah mengulangi sifat ketergantungan petani terhadap perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi pupuk dan obat-obatan organik. Apa bedanya ketergantungan petani terhadap pupuk dan obat-obatan an organik dan yang organik. Yang jelas tidak ada bedanya, yaitu tetap ada ketergantungan.